Friday, 6 January 2012

Penerbitan Sertifikat Masal Prona, Masih Dikenakan Pungutan

Pemerintah Pusat kembali meluncurkan penerbitan sertifikat gratis, melalui  program nasional (Prona). Tapi dalam implementasinya ditingkat desa masih ada pungutan. Biasanya pungutan itu, untuk pengadaan untuk pengadaan patok batas tanah, materai, serta biaya transport bagi perangkat yang mengurusnya. 

Pada dasarnya pengurusan sertifikat masal melalui prona, Pemerintah tidak memungut apapun, alias gratis. Tapi masyarakat atau pemohon, masih harus mengeluarkan uang. Besarnya antara satu desa dengan desa lain memang bervariatif, berdasarkan kesepakatan warga dan Pemdes masing-masing.

Anggota Komisi II DPR RI DR HM Gamari Sutrisno saat menyerahkan bantuan kepada korban banjir bandang di Balai Desa Kedungwinong Kecamatan Sukolilo, Kamis siang, 5 Januari 2012 mengatakan, terkecuali biaya sertifikat dan cetak sertifikat, Pemerintah memang tidak menyediakan anggaran.

Hujan deras disertai angin hantam Pati, pohon dan baliho ambruk

Belasan baliho dan puluhan pohon disepanjang jalan protokol Pati tumbang, akibat hujan deras disertai angin kencang mengguyur Pati selama hampir satu jam. Hujan deras disertai angin kencang yang melanda di sebagaian wilayah Pati Kota kamis siang 05 januari 2012.

Akibatnya papan reklame atau baliho berukuran besar di depan GOR Pesantenan Pati, dan baliho berukuran kecil lainnya, serta pohon yang sudah berusia tua tumbang menutup jalan utama di Jln Diponegoro. 

Sehingga arus lalulintas satu arah dari Pati menuju ke Juwana macet total selama beberapa jam. Demikian halnya dengan banyak yang rubuh, juga menyebabkan arus lalulintas di Jln Sudirman macet.

Thursday, 5 January 2012

Seorang suami mengedarkan kotak sumbangan

Seorang suami terpaksa mengedarkan kotak sumbangan untuk mendapatkan tambahan biaya persalinan istrinya di rumah sakit. Karena rumah sakit menolak surat keterangan tidak mampu (SKTM) dari desa untuk memperoleh keringanan biaya persalinan itu.

Semestinya perasaan bangga bercampur senang ketika pasangan suami istri dikaruniai seorang bayi. Tapi tidak demikian dengan pasangan suami istri miskin seperti Sugeng Widodo (28 tahun), dan Dewi Kurniawati (20 tahun) warga RT 01 RW 01 Desa Sekarjalak Kec Margoyoso ini. Pasangan ini justru mendapat perlakukan yang menyinggung perasaan ketika akan melunasi biaya persalinan.

Sugeng Widodo yang tidak memiliki pekerjaan tetap mengaku, mulanya dia meminta keringanan biaya persalinan istrinya ke pihak rumah sakit. Tapi oleh petugas rumah sakit menolaknya, meski Sugeng telah menyiapkan uang Rp.1juta dan bersedia untuk membayar kekurangannya, agar istri dan anaknya dapat segera pulang.  

Industri konfeksi berkembang ditahun 2012

Pada tahun 2012 mendatang, diyakini industri konfeksi di Kabupaten Pati masih mampu untuk berkembang. Optimisme ini mempertimbangkan pada pangsa pasar di dalam negeri yang begitu besar.

"Total jumlah penduduk Indonesia sekarang ini sudah mencapai sekitar 236 juta jiwa. Bagi industri konfeksi, ini (jumlah penduduk-Red) merupakan pangsa pasar yang besar. Kami optimis industri konfeksi di Pati masih bisa berkembang pada sepanjang 2012," tutur Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Pati H Riyanta di kantornya, Jalan A Yani, Sabtu (31/12).

Kendati menyimpan optimisme, tetapi pihanya juga tak menampik bersarnya persaingan di bidang pemasaran pada produk industri tersebut. Pasalnya, selain bersaing dengan produk dalam negeri, industri konfeksi di Pati juga harus dipaksa bersaing dengan produk impor.
Produk asal China, misalnya. Menurutnya, serangan produk Negeri Tirai Bambu begitu gencar. Selain itu, produk tersebut juga dijual dengan harga murah. Sementara hampir semua industri konfeksi di Pati bermodal terbatas (tergolong industri kecil menengah).

Tahun baru..... Pemancar baru.....


Tahun baru pun telah tiba. Semangat baru itu harus... pemancar baru dengan kekuatan 5 KW pun dipasang, sebagai salah satu bentuk komitmen kami untuk memberikan yang lebih baik dari waktu ke waktu. Perjalanan kami memang masih sangat panjang. Doa dan usaha sudah seharusnya selalu kami lakukan.

JADI LEBIH BAIK